Minggu, 03 April 2016

Virtual Reality


Sekilas sejarah tentang VR(Virtual reality), Morton Heilig menulis pada 1950-an tentang "Teater Pengalaman" yang dapat meliputi semua indera dengan suatu cara efektif, sehingga menarik penonton ke dalam kegiatan di layar. Ia membangun suatu prototipa dari visi nya yang di namakan Sensorama pada 1962, bersama dengan lima film pendek untuk dipertunjukkan di dalamnya sembari melibatkan berbagai indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, dan sentuhan). Mendahului komputasi digital, Sensorama adalah sebuah alat mekanis, yang dilaporkan masih berfungsi hingga hari ini. Pada 1968, Ivan Sutherland, dengan bantuan dari siswanya Bob Sproull, menciptakan apa yang secara luas dianggap sebagai pendahulu Realitas maya dan sistem Diplay Terjulang di Kepala reality augmented (Head-mounted Augmented Reality). Alat itu primitif baik dalam kaitan dengannya alat penghubung pemakai dan realisme, dan HMD untuk dikenakan oleh pemakai sangatlah berat sehingga harus digantungkan dari, dan grafiknya yang berisikan lingkungan maya adalah sebuah wireframe sederhana. Penampilan alat yang hebat mengilhami nama nya, Pedang Damocles. Juga terkemuka di antara hypermediadan sistem Realitas maya yang lebih awal adalah Peta Bioskop Aspen, Yang telah diciptakan pada MIT pada 1977. Program adalah suatu simulasi kasar tentang kota Aspen di Colorado. Di sana para pemakai bisa mengembara dalam salah satu dari tiga gaya: musim panas, musim dingin, dan poligon. Dua hal pertama itu telah didasarkan pada foto & mdash; para peneliti benar-benar memotret tiap-tiap pergerakan yang mungkin melalui panggangan jalan kota besar dalam musim kedua-duanya & mdash; dan yang ketiga adalah suatu model dasar 3D kota besar [itu]. Di penghujung 1980s istilah "Realitas maya" telah dipopulerkan oleh Jaron Lanier, salah satu pelopor modern dari bidang tersebut. Lanier yang telah mendirikan perusahaan VPL Riset (dari "pada 1985, yang mengembangkan dan membangun sistem "kacamata hitam dan sarung tangan" yang terkenal di dasawrsa itu.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi pada saat ini, VR sudah mulai digunakan diberbagai bidang pekerjaan. Bahkan dalam bidan kedokteranpun sudah mulai di gunakan, tidak hanya di bidang kedokteran saja, VR juga telah digunakan untuk simulasi pilot, arsitektur, dan juga dalam bidang hiburan atau gaming. Saya akan membahas sedikit tentang Gear VR yang akan digunakan untuk gamin, dalam hal ini SONY lah yang mendapat perhatian lebih dari saya.

Sony menyebut PlayStation VR sebagai sebuah sistem baru yang akan membawa PlayStation 4 ke level pengalaman bermain generasi baru. Sama halnya seperti Oculust Rift ataupun HTC Vive, PlayStation VR juga berbentuk headset yang bisa membawa pemainnya masuk ke dalam permainan. Ada lebih dari 230 developer dan publisher yang mengerjakan headset virtual reality ini. Yang lebih menggembirakan lagi adalah Electonic Arts dan Dice dikabarkan sedang mengerjakan Star Wars: Battlefront secara eksklusif untuk pengalaman bermain virtual reality ini. Saat ini Sony juga sedang mengembangkan beberapa judul game lainnya yang khusus dirancang untuk PlayStation VR. Game tersebut dipastikan akan keluar bersamaan dengan diluncurkannya PlayStation VR nanti. Headset ini rencanya akan dirilis Oktober 2016 di Amerika Utara dan Eropa.

Untuk dapat menggunakan GEAR PlayStation VR kita memang harus sedikit lebih merogoh kocek, pasalnya kemungkinan GEAR PlayStation VR ini dibanderol dengan harga US$399 atau sekitar Rp5,2 juta. 

Addapted by : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar