Senin, 27 April 2015

Investasi Bodong



Pengertian Investasi:


Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya membangun rel kereta api atau pabrik. Investasi adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan
tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.


CONTOH KASUS INVESTASI BODONG :

Peristiwa tertipunya ratusan petani di Wonosobo oleh investasi bodong beberapa tahun lalu menjadi pelajaran bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karenanya, OJK Kantor Regional IV Jateng-DIY ingin memastikan tingkat literasi atau pemahaman keuangan kalangan petani meningkat sehingga tidak mudah terjerumus pada investasi bermasalah. Menurut Deputi Direktur Perizinan Informasi dan Dokumentasi OJK Kanreg IV Dian Danarsito, pihaknya terus memberikan sosialisasi produk investasi di kalangan petani. Bahkan petani dijadikan fokus objek sosialisasi.  "Untuk tahun ini memang objek sosialisasi kami fokus ke kalangan petani, beberapa waktu lalu kami sudah melakukan sosialisasi di daerah Dieng," kata Dian Danarsito, Selasa (24/3/2015). Ditambahkan oleh Dian, para petani di daerah Dieng dan Wonosobo lainnya yang ikut dalam program sosialisasi, ternyata ada yang sempat menjadi korban dari investasi bermasalah, bahkan ada yang merugi hingga Rp 750 juta. "Petani merupakan objek ideal bagi sektor keuangan mengingat kebutuhan dana para petani yang cukup besar, mulai dari pengadaan bibit, pupuk, hingga obat untuk tanaman. Apalagi negara kita ini kan negara agraris, jumlah petani sangat besar. Jadi kebutuhan dana khusus untuk petani juga besar," katanya. Agar produktivitas petani meningkat, OJK juga menyarankan agar para petani mendapatkan kredit dari jasa keuangan yang benar dan resmi. OJK meminta agar perbankan untuk lebih optimal lagi menyalurkan kredit kepada kalangan petani. Berdasarkan data OJK, dari total penerima kredit, kontribusi nasabah dari kalangan petani tidak lebih dari 10 persen. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan nasabah dari kalangan pedagang yang kontribusinya terhadap kredit mencapai 90 persen. "Padahal pertanian merupakan sektor produktif yang juga memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah," kata Dian. Menurut Dian, jika penyaluran kredit kepada petani seperti yang diharapkan, maka Jawa Tengah akan siap menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mendatang. "Jadi tidak hanya sektor besar yang dibiayai tetapi juga semua sektor, dengan demikian pada MEA mendatang kita tidak hanya menjadi pasar tetapi juga menjadi pedagang," kata Dian. 


Mengenali ciri ciri dari investasi bodong.

  • Produk investasinya selalu mengemukakan imbal hasil menggiurkan, dengan prosentase yang mustahil atau tidak rasional. Sebagai contoh imbal hasil keuntungan 30 persen per bulan, sedangkan yield tertinggi di produk investasi saham saja 27 persen per tahun, reksadana campuran menawarkan imbal hasil 22 persen per tahun dan produk deposito atau tabungan cuma 6 persen sampai 7 persen setiap tahun. 
  • Produk investasi bodong mudah dipahami. Sedangkan produk investasi yang sah perlu waktu untuk mencernanya. Kalau mudah dipahami, bagaimana menjalankan uangnya. Ini yang patut dicurigai.
  • ‎Setiap produk investasi bodong yang ditawarkan menggunakan referensi tokoh masyarakat. Misalnya di Sumatera Utara, pelaku penjaja investasi bodong akan menawarkan produknya lewat referensi tokoh masyarakat di wilayah tersebut agar masyarakat respek dan tergerak untuk menanamkan uangnya hingga mengabaikan risikonya. 
  • Produk investasi bodong singkat, tanpa booklet atau penjelasan panjang lebar. Tulisan saat penawaran produknya kecil-kecil sehingga tidak mudah terbaca. Ini patut dicurigai terlebih jika tidak jelas siapa lembaga yang mengawasinya. 

Sementara Kepala Kantor Regional V OJK, ‎Achmad Seokro Tratmono menuturkan, pihaknya membuka layanan pengaduan, informasi ataupun pertanyaan seputar investasi di call centre 15655.



Addapted by : 













1 komentar:

  1. prospek keuntungan yg tdk realistis seharusnya sdh cukup membuat org curiga bahwa itu kemungkinan besar investasi bodong. Sayangnya banyak org lebih dikendalikan oleh emosi ingin cepat kaya drpd logika yg jalan...

    BalasHapus